
Kemarin,,
Saat tak ada kata terucap dari mulutku,,,
kaulah pelita kasih penerang palung hati,,
Kemarin,,
Saat lelah tak berdaya dalam sesal berkepanjangan
Engkaulah Pelipur lara pengobat rindu,
Seolah aku takkan lagi perlu menghkhawatirkan,,
Bahwa Kelelahan itu akan berhenti mengejarku,,
Bahwa Keputusasaanku itu tidaklah beralasan,,
Karena Aku memilikimu,,,
Engkau yang akan menghapus air mataku,,,
Engkau yang akan mempahku berdiri dan berlari
Saat aku gulana akan hadirnya Bias Masalah kehidupan,,,
Tapi itu dulu,,
Saat perasaanmu belum berubah seperti sekarang,,,
Saat Aku masih menjadi bagian dari Rancangan Masa Depanmu,,
Kini,,
Layaknya merenda sebuah tali kasih
Kusimpul menjadi satu hati
gambaran jiwaku yang terluka
bagai langit meratap sendu
kala fatamorgana cinta menghilang
sakit itupun datang tanpa permisi
hingga dewi malampun tak menyisakan senyum
"
Bersama malam,kudekap lirih arti kerinduan
Bersama malam, Kupeluk serpihan Kesendiriaan Nan Mendayu "
Aku terdiam dalam ruang sepi tak berteman
Terlintas bayangmu bermain dalam pikiran.....
Aku larut dalam hayalku tentang semumu yag tak bertepi....
Mengapa aku bisa menyayangimu????????????
Walau aku tahu kau tak mempedulikanku
Apakah ini hanya perasaanku sesaat.........
Atau karena pikiran ini telah penat.....
Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yang tidak pernah kuminta.........
Tapi hati ini terus membara
Menanti cinta yang tak pernah ada........
Wahai dewi cinta...........
Tepatkah kau menembakan panah asmara????????????
Membuat hati terluka
Menunggu cinta tak kunjung tiba
Wahai kau yang disana
Sadarkah kau,,,,, disini aku mencinta......
Dirimu terlalu kupuja'''
Bagaikan sebuah mahakarya Karangan Kahlil Gibran
Akhirnya....
Akhirnya kau ciptakan
Jarak yang tak terlihat''''''''''''''''''
Ada hati yang perlahan menjauh
Ada rindu yang perlahan melemah
Ada cinta yang perlahan mengigaukan lolongan panjangnya....
Langit tlah meredup
Harap di hati tlah pudar
Mimpi pun tlah terbunuh
Tak pernah kulupa tatap matanya
Menghunjam ke jiwaku
Dan ia pun berlalu
Tak mudah memahami hatinya
keras bagai pualam;;;;;;;;;;
lembut laksana sutera,,,,,,,,,,
Tiada hati yang abu-abu
Hitam dan putih
Tegas dan tegar
Tak ragu berkeputusan
walau harus menangisi jejak sepanjang jalan
kubiarkan kenangan mengisi anganku
pangeran kodok yg ceria penuh semangat
Matanya yang slalu berbinar
Kerinduannya yang membuncah saat bertemu
Hangat peluknya masih terasa di tubuhku
Dan akhirnya semua lenyap karena kesalahanku
Maafkan aku..
Karena telah terlalu serius belajar mencintaimu,
Hingga pada saat kepenatan melanda hatimu,,
Aku tdk memiliki keberanian lebih, untuk melepasmu,,
Untuk membebaskanmu dari belengguku,,,,
Maafkan aku,,